| DCC Mengadakan Seminar "Information Security" bekerjasama dengan Unipro Jakarta |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Wednesday, 21 April 2010 03:07 |
|
Mulai dari pekerja profesional, bisnis dan pemerintahan sampai pelajar, remaja, ibu rumah tangga bahkan tukang sayur dan tukang ojek sekalipun sudah menggunakan sarana TIK ini. Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan konvergensi dari Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terintegrasi dalam smartphone.
Dengan menggunakan smart phone, yaitu handphone yang bisa berfungsi sebagai alat komunikasi dan komputer sekaligus yang dalam hal ini terwakili oleh fitur seperti internet browser, chatting, email, search engine (misal google), social networking application (misal facebook) maka kita selain bisa berkomunikasi sekaligus juga bisa mengakses internet serta menjalankan berbagai aplikasi yang umumnya ada di komputer, termasuk juga transaksi e-commerce, e-banking, dan lain-lain. TIK sendiri pada dasarnya adalah netral. Orang sebagai pemakai teknologilah yang dapat memiliki niat baik maupun buruk. Kemudahan akses suatu informasi menjadi tersedia bagi pihak yang berhak maupun yang tidak berhak. Pengguna TIK harus menyadari hal ini, menggunakan TIK berarti harus berurusan dengan dua sisi teknologi, yaitu manfaat maupun risiko. Kita tidak bisa berpikir naif dengan mengharapkan seluruh pengguna TIK adalah orang baik-baik. Oleh karena itu didalam penggunaan TIK, bila tidak dilakukan tindakan Pengamanan Informasi yang memadai, maka pengguna, entah itu Pemerintahan, Bisnis, Institusi Pendidikan maupun Perorangan dapat mengalami permasalahan yang besar dengan Keamanan Informasinya. Gangguan Keamanan Informasi berkembang bersamaan dengan perkembangan TIK dan pemakaiannya. Semakin luas pemakaian TIK, semakin besar juga risikonya.
Sebagai contoh, perkembangan program jahat (Malware) komputer telah berevolusi dengan cukup pesat dari virus sederhana pada awal tahun 80an telah berkembang menjadi berbagai varian dan kategori malware seperti worm, trojan, spyware, root kit dan lain sebagainya. Oleh karena itu untuk mengamankan aset informasi, perlu dilakukan pengamanan informasi yang baik dan sesuai dengan standar internasional pula, karena dengan adanya TIK maka dunia sesungguhnya telah “menciut” menjadi hanya kampung dunia.
Untuk itu pula maka pengetahuan dan kompetensi dalam bidang Keamanan Informasi (Information Security) menjadi sesuatu yang mutlak dibutuhkan. Peranan tenaga ahli Keamanan Informasi akan menjadi semakin penting dengan perkembangan penerapan TIK itu sendiri. Saat ini adalah saat yang tepat untuk para mahasiswa untuk mendalami kompetensi dalam bidang Keamanan Informasi dalam menyongsong kebutuhan tenaga yang kompeten dalam bidang ini baik di lingkungan Pemerintahan, Perbankan, dan praktis pada seluruh perusahaan dan organisasi yang menggunakan TIK dan mengolah aset bernilai yang membutuhkan perlindungan yang memadai. Karir yang terbuka lebar untuk tenaga yang kompeten dalam bidang Keamanan Informasi untuk menjadi Information Security Engineer, Information Security Consultant, bahkan sampai tingkat pimpinan puncak seperti CISO (Chief Information Security Officer). Kesempatan itu terbuka baik untuk dunia kerja di dalam negeri maupun di luar negeri. PT. UniPro adalah pionir Information Security Provider di Indonesia, yang telah berpengalaman lebih dari 12 tahun dalam memberikan solusi dan layanan Pengamanan Aset Informasi (pada Perbankan, Telekomunikasi dan Pemerintahan), serta penerima piagam penghargaan MURI (sebagai perusahaan di Indonesia yang memiliki tenaga ahli dengan sertifikasi independen internasional terbanyak dalam bidang Keamanan Informasi).
PT. UniPro melalui kerjasama program THINC, dapat berpartisipasi dalam membantu Universitas menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, segera diserap pasar kerja, dan berprospek karir cemerlang bagi lulusannya. Hal mana dapat memberikan kebanggaan bagi Universitas, meningkatkan citra dan pamor Universitas, menaikkan nilai Borang Akreditasi Universitas, serta berkontribusi terhadap negara dengan mencetak tenaga kerja kompeten yang siap pakai.
|
| Last Updated on Wednesday, 21 April 2010 03:32 |



Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sudah sangat meluas, mulai dari Bisnis, Pemerintahan, Pendidikan, bahkan sudah menjadi fasilitas yang digunakan sehari-hari bagi individu, terutama yang tinggal dikota-kota besar.







